Selasa, 29 Mei 2018

Obat Pengering Luka

Obat Pengering Luka

Tidak berhasil konsentrasi barang satu dua detik saja waktu mengiris bawang, lantas jari Anda yang teriris. Atau Anda jatuh tersandung kerikil waktu menyeberang jalan, serta saat ini tidak cuma celana Anda yang sobek, tapi lutut Anda juga jadi korbannya. Umumnya, sich, untuk masalah jatuh-bangun begini obat merah seringkali jadi benda penyelamat. Tapi mengapa ya, obat merah merasa menyengat perih waktu dioles-oleskan ke luka? 


Mengapa obat merah rasa-rasanya perih waktu dioles-oleskan ke luka? 
Obat merah yaitu cairan antiseptik yang didesain melemahkan atau hentikan perkembangan kuman serta bakteri manfaat menghindar resiko infeksi pada luka terbuka, seperti luka lecet, goresan, atau luka terbakar. Dalam satu product cairan antiseptik umumnya terdapat alkohol serta hidrogen peroksida. Nah, ke-2 bahan berikut yang aktifkan tanda rasa sakit pada badan serta menyebabkan sensasi perih terbakar. 

Saat dioles-oleskan ke luka, alkohol aktifkan vanilloid receptor-1 (VR1), yang bertanggungjawab untuk membuat sensasi terbakar saat reseptor terkena pada panas atau senyawa kimia spesifik — seperti zat capsaicin dalam cabe. VR1 umumnya cuma diaktifkan dalam suhu tinggi (40ÂșC atau lebih). Oleh karenanya, reseptor ini umumnya akan tidak dinyalakan terkecuali memanglah benar badan Anda tengah terbakar hidup-hidup. Namun, saat alkohol bersentuhan dengan VR1, ambang temperatur inti badan jadi alami penurunan dibawah umumnya. Jadi, Anda mendadak terasa kepanasan seperti tengah terbakar, walau sebenarnya sich, tidak sekian.

Disamping itu, hidrogen peroksida dalam obat merah aktifkan kempok reseptor beda, yang di kenal jadi reseptor transient mungkin ankyrin 1, atau TRPA1. TRPA1 disangka ikut serta dalam sensasi rasa sakit yang dikarenakan oleh hidrogen peroksida. Berikut yang mengakibatkan rasa perih yang menggerayang dibawah kulit sesudah Anda memoleskan obat merah ke luka. 

Tapi, tidak semuanya luka dapat diobati dengan obat merah 
Untuk menyembuhkan luka gores, sayatan, terkikis, lecet yang enteng sesungguhnya tidak bebrapa butuh sangat diobati dengan obat merah, seperti hidrogen peroksida, iodin (Betadine®), atau alkohol. Memoleskan obat merah ke luka enteng asal-asalan malah bisa menghematasi kulit serta mengganggu sistem pengobatan. Jadi, lain waktu kulit Anda lecet tergesek sisa terjatuh (sekali lagi), segera basuh luka dengan air bersih mengalir. 

Bila tak ada air bersih ada, Anda dapat memakai larutan air garam, tisu basah non-alkohol, atau waslap lembut — seandainya janganlah kain yang memiliki serat atau berbulu hingga tak ada helai bahan yang tersangkut di luka. Lalu keringkan dengan baik serta tutup luka dengan kain kasa, manfaat melindungi ruang luka tetaplah bersih pada saat memulihkan diri. 

Dalam kondisi genting dimana tidak ada air bersih atau bahan yang lain untuk merawat luka, baru obat merah bisa digunakan seperlunya saja. Ingat-ingatlah selalu untuk membersihkan lukanya dahulu dengan air mengalir hingga bersih serta keringkan dengan baik sebelumnya diteteskan obat merah. Sesudahnya, tunggulah obat merah jadi kering dahulu di kulit, baru luka ditutup perban. 

Janganlah pakai obat merah untuk merawat luka kulit terbuka — seperti luka sobekan dalam dari kecelakaan dengan pisau atau mesin yang lain, luka irislah dalam, gigitan binatang, luka bakar besar (semakin besar dari tahi lalat), atau luka. Semuanya yaitu type luka kulit dengan perdarahan yang cepat serta luas. Povidone iodine (bahan aktif dalam Betadine®) tidak mempunyai dampak penyembuh pada luka begini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar